Sajak: Rusydi Tolareng
Kadang aku ingin terjatuh ke cakrawala
Mengintip, memanggilmu kembali
Bersama angin bisu yang mendebu-membatu
Suaramu tahun lalu
Dan, sepertinya daun gugur tak memberikan kabar
Tubuhmu disana
Tubuhku disini kehilangan matahari
Mataku mencari bayang-bayang
Mari kembali, rinduku sudah mulai beruban
Sewaktu langit lepas
Janjimu menanti di kursi depan
Kembalilah
Sebelum hujan datang menginjak pasir
Mematahkan reranting, menguning lalu pupus
Karena kamu, dan kita tak bisa mengulangi sejarah
Ia, sejarah tanpa kisah
Jogjakarta, 2012.
Sajak Malam Hari
Langit retak
Gerhana bintang berganti kunang-kunang
Gelombang kandas di pelabuhan
Terjatuh kemuka jurang
Lantaran jiwa terbakar
Jantung berganti jarum jam
hari menyanyikan sedih berkisah
Dan, rindu memisau di dada
Jogjakarta, 2012.
Kadang aku ingin terjatuh ke cakrawala
Mengintip, memanggilmu kembali
Bersama angin bisu yang mendebu-membatu
Suaramu tahun lalu
Dan, sepertinya daun gugur tak memberikan kabar
Tubuhmu disana
Tubuhku disini kehilangan matahari
Mataku mencari bayang-bayang
Mari kembali, rinduku sudah mulai beruban
Sewaktu langit lepas
Janjimu menanti di kursi depan
Kembalilah
Sebelum hujan datang menginjak pasir
Mematahkan reranting, menguning lalu pupus
Karena kamu, dan kita tak bisa mengulangi sejarah
Ia, sejarah tanpa kisah
Jogjakarta, 2012.
Sajak Malam Hari
Langit retak
Gerhana bintang berganti kunang-kunang
Gelombang kandas di pelabuhan
Terjatuh kemuka jurang
Lantaran jiwa terbakar
Jantung berganti jarum jam
hari menyanyikan sedih berkisah
Dan, rindu memisau di dada
Jogjakarta, 2012.
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar