Sajak: Jufri Zaituna
Di keningmu, kukecup
Permata yang berkilauan
Cahaya melingkar di jari-jari
Manismu yang gemetar
Menerangi janji-janji suci
Dalam kenisbian ilahi
Antara malam kegaiban
Dan degup jantung
Yang terus bersahutan
Di bibirmu, aku berkaca
Wajahku memerah
Sukmaku hilang arah
Dingin membakar darah
Di langit mempesona
Gigil di puncak kekosongan
Sewaktu kaugigit lidahku
Kugigit lidahmu
Sampai kita sama-sama bisu
Di dadamu, aku berjalan
Sambil kupeluk bayangan
Bulan berwarna putih melon
Malam kian licin
Kegelapan jatuh di pangkuan
Namun kita masih tertidur
Menggigil di puncak angin
Di pusarmu, aku penari
Yang mabuk di atas perahu
Tak ada suara, selain bisikan
Hati yang mengema
Mengalirkan asmara
Yang teramat gilanya
Terhuyung-huyung
Tenggelam ke dalam pusaran
Palung segala muasal
Di kelaminmu, aku kelelawar
Yang menggantung
Berayun-ayun
Antara malam dan siang
Saat malam kesepian
Di ranjang terbakar puisi
Yang kutulis dengan
Semerbak bunga melati
2012
Di keningmu, kukecup
Permata yang berkilauan
Cahaya melingkar di jari-jari
Manismu yang gemetar
Menerangi janji-janji suci
Dalam kenisbian ilahi
Antara malam kegaiban
Dan degup jantung
Yang terus bersahutan
Di bibirmu, aku berkaca
Wajahku memerah
Sukmaku hilang arah
Dingin membakar darah
Di langit mempesona
Gigil di puncak kekosongan
Sewaktu kaugigit lidahku
Kugigit lidahmu
Sampai kita sama-sama bisu
Di dadamu, aku berjalan
Sambil kupeluk bayangan
Bulan berwarna putih melon
Malam kian licin
Kegelapan jatuh di pangkuan
Namun kita masih tertidur
Menggigil di puncak angin
Di pusarmu, aku penari
Yang mabuk di atas perahu
Tak ada suara, selain bisikan
Hati yang mengema
Mengalirkan asmara
Yang teramat gilanya
Terhuyung-huyung
Tenggelam ke dalam pusaran
Palung segala muasal
Di kelaminmu, aku kelelawar
Yang menggantung
Berayun-ayun
Antara malam dan siang
Saat malam kesepian
Di ranjang terbakar puisi
Yang kutulis dengan
Semerbak bunga melati
2012
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar